Salah Sebut ala Ibu

Ibu sulit menghafal nama. Atau suka salah menyebutkan sesuatu yang agak asing di telinganya. Hal ini terkadang menimbulkan salah paham, yang lebih sering berakhir dengan tawa.

Pernah, saya bertemu seorang teman lama di angkot. Setelah ngobrol-ke-sana-kemari-basa-basi-tanya-kabar, ia bertanya soal kuliah saya. Kebetulan, waktu itu saya baru lulus kuliah. Anehnya, ia mengerutkan kening ketika saya bilang, saya lulusan sastra.

“Kenapa?” tanya saya, agak defensif. Maklum, sebagai anak sastra saya sudah kenyang dengan pandangan-pandangan ‘melecehkan.’ Continue reading