Superman’s Birthday

Hari ini giliran adik saya yang ulangtahun. Lahir tahun 1988, berarti ia sekarang sudah 19 tahun. Did I say 19? Oh, benarkah? Kalau begitu, ia sudah dewasa, dong!?

*mengingatingatsepertiapasayaketikaberusia19tahun*

Iya, benar. Sudah ‘tua.’ Sudah besar, kalau tidak bisa dibilang dewasa.

Ah, padahal di mata saya, ia masih bocah empat tahun yang menggemaskan.

Bocah yang selalu mengikuti ke mana pun saya pergi. Waktu itu, saya sebel banget, masak mau main diikuti melulu. Saya kan butuh privasi. Hehehe…. Saya ke sawah, ia ikut. Saya nyari ikan, ia turut. Saya manjat pohon jambu, ia menunggu di bawah—ia masih terlalu kecil untuk ikut memanjat. Paling-paling ia duduk di bawah pohon, menanti jambu-jambu yang saya lemparkan dari atas. Ia teman saya main gundu, main gambaran, main karet (pernah main karet pakai ikatpinggang—coba, ke mana otak kami waktu itu?—hasilnya: kaki saya tersangkut dan dagu saya sobek, masih berbekas sampai sekarang). Teman ngobrol kalau ditinggal berdua di rumah.

Selain menggemaskan, ia juga badung. Kerjaannya tak lain dan tak bukan adalah jatuh, mengumpulkan luka di sekujur tubuh (yang ini saya juga koleksi), dan kejedot. Serius, dalam seminggu, bisa dua-tiga kali (dua sampai tiga kali, maksudnya, bukan dua puluh tiga kali) kepalanya terbentur. Penyebabnya macam-macam. Yang normal: ia bergulat dengan temannya, lalu jatuh membentur lantai sampai benjol gede banget. Yang aneh: ia menyeberang jalan, lalu tertabrak gerobak tukang roti (sampai gerobaknya miring-miring dan tukang rotinya mau jatuh), lalu benjol tak kalah gede. Untungnya, semua benturan di kepala itu tak ada yang berakibat serius.

Sudah saya bilang kalau ia kadang nyebelin? Dulu, ia suka sekali nonton Takeshi Castle. Suatu hari, seperti biasa ia menunggu acara kesayangannya di depan TV. Sudah dua jam. Tapi sampai dua jam berikutnya, Takeshi Castle tidak juga diputar. Ternyata, acara itu sudah habis masa tayangnya. Anehnya, bukannya marah sama stasiun TV yang menghentikan acara itu, ia malah marah ke saya. Aneh, kan? Mana segala ngacak-ngacak ruang TV: kursi-kursi digulingkan, meja digeser, pokoknya dibuatnya ruangan itu mirip kapal pecah. Waktu ibu saya pulang dan bertanya apa yang terjadi, ia cuma menjawab, “Tauk’ah gelap. Gara-gara Kakak tuh.” *maksudlooo???*

Ia unik. Saya tahu itu. Sejak dulu. Ia suka menciptakan lagu. Kapan pun. Dan ia hafal lagu-lagu yang telah diciptakannya. Biasanya, ia akan menyanyikan lagu-lagu itu ketika mandi. Kadang, kalau kami request, ia bersedia menyanyikan lagu-lagunya. Entah sekarang ia masih ingat atau tidak. Rasanya, tidak.

Ia punya kosakata pribadi yang sangat khas—dan salah. Parahnya, kalau kami coba membetulkan kesalahannya, ia kekeuh dan menjawab, “Bialin, semau Ade.” (Tuh, salah, kan?).

Ketoprak disebutnya Traktor (“Pak, beli telaktol!”);

Dibunuh berubah jadi Digunuh (“Iya, telus penjahatnya digunuh.”);

Akibat jadi Diakibatin (“Awas loh, ntal Ade akibatin.”—“Bandel sih, jadi diakibatinnya begitu.”—aneh, kan?)

Ide jadi akal (“Ade tau, Ade punya akal.”)

Banyak lagi, deh.

Kalau ia kesal, ia akan mendenda kami. Enam ribu. Selalu angka itu yang disebutnya. “Bodo, pokoknya Ibu halus bayal enem libu.” Selalu begitu.

Kalau ia malas menjawab, ia pasti bilang, “Au, makangkikus kali.” (Tau, dimakan tikus kali).

Jadi kalau kami bertanya:

“Gode, palu Bapak di mana?”

“Deek, sepatu kamu yang satu lagi mana?”

“Liat tas Kakak nggak?”

Jawabnya teteeuup:

“Au, makangkikus kali,” tanpa mengalihkan perhatian sama sekali dari kegiatan yang sedang dilakukannya.

Ia bermimpi bisa terbang. Setelah merajuk dan mendapatkan baju Superman impiannya (itu lho, baju-baju bersayap yang dulu lagi tren), ia bertekad membuktikan ia bisa terbang. Ia loncat dari lantai atas rumah kami ke lantai bawah. Untung, waktu itu tingginya belum seperti sekarang. Dua meter setengah-lah (atau tiga meter, ya?). Untungnya lagi, sayap Supermannya, entah gimana, nyangkut—jadi ia harus bergantung di udara selama beberapa menit, sebelum ayah saya menyelamatkannya.

*anakyanganeh—sambilgelenggeleng*

Hari ini Superman itu sudah berusia 19 tahun. Ah, semoga saja, suatu hari nanti ia akan benar-benar bisa terbang tinggi, dan menyelamatkan dunia.

(Duh, saya mulai terdengar seperti ibu-ibu yang nggak rela anaknya tumbuh dewasa! Hehehe….)

Happy Birthday, My Superman! Love you so….

 

Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>