Di Larang Keras Minum Juice Apokado Disini (sic!)

Iya…, iya…. Saya tahu, saya sudah beberapa kali nulis soal beginian. Halaah, beginian! ^_^ Maksud saya, soal kesalahan-kesalahan bahasa-tulis di tempat umum. Maafkan saya, kalau Anda mangkel. (Jangan mangkel, ah…. Mendingan mengkel, kayak Pepaya di belakang rumah saya. Hmm, enak banget buat dirujak!) hehehe….

Iya, maafkan saya. Saya tak bermaksud macam-macam. Apalagi bermaksud meremehkan para pembuat kesalahan, tidak sama sekali. Tujuan saya cuma satu, supaya kita jadi lebih waspada dengan bahasa kita. Pernah, ada yang bilang, bahasa menunjukkan bangsa. Walaupun lupa siapa yang bilang, saya setuju sekali dengan kata-katanya. Lihat saja bangsa kita sekarang: morat-marit. Persis penggunaan Bahasa Indonesia yang acak-kadul. Jadi, mari… kita cermati kesalahan-kesalahan kecil—dan besar—dalam berbahasa di sekitar kita. Biar kita bisa belajar dari kesalahan itu dan nggak ikutan salah lagi. ^_^ Gimana, mulia, kan? Ya, dong? Ya, kan? Udah, iya aja, deh! ^_^ hehehe….

Baiklah…, baiklah…. ‘Tangkapan’ saya kali ini masih berada di sekitar kampus UI. Di Jalan Sawo. Itu looh, jalan setapak dari Stasiun UI ke Margonjreng—alias Margonda Raya yang Gonjrang-gonjreng.

Yang ini saya temukan di kebun yang terletak di seberang kios Cak Tarno.

(Jangan ngaku penggemar buku kalau Anda tak tahu tempat ini. Mengunjungi dan membeli buku di Cak Tarno adalah ‘Rukun Baca’ kedua. Yang pertama bukan mengucap kalimat syahadat, seperti Rukun Islam, tapi ‘Jadi Anggota Taman Bacaan Bu Bu.’ Yang ketiga sampai kelima, biar saya pikirkan dulu.) ^_^

Cuma kesalahan kecil, kok. Soal kata imbuhan di- dan preposisi di yang serupa tapi tak sama.

Di papan ini, imbuhan dan preposisi di—bisa dibilang—terbalik. Imbuhan di yang melekat pada kata kerja, harusnya ditulis serangkai, alias digabung, dengan kata dasarnya. Seperti kata dibelai, dicium, dipeluk (sengaja, saya kasih contoh macam ini, biar Anda semangat bacanya. Pasti abis ini Anda berharap contoh berlanjut dengan kata di… hmm, dijitak aja kali ya?!—daripada ditampar). ^_^ Sedangkan preposisi di yang menunjukkan tempat, harus dipisah. Seperti di rumah, di kamar (tidak, saya tak akan melanjutkan contoh-contoh ini dengan kata di ranjang. Huh, jangan ngarep ya!?). ^_^

Nah, pada papan ini, kata dilarang—yang merupakan imbuhan di + kata kerja larang—harusnya digabung. Bukannya dipisah. Sebaliknya, kata di sini harus dipisah. Karena preposisi di dan Keterangan Tempat (sini) belum—dan tak akan pernah—menikah, jadi seumur hidup mereka harus dipisah.

Dosen KBI—Komposisi Bahasa Indonesia—Mas Untung (yang pernah kami nobatkan sebagai dokiber a.k.a ‘dosen kita bersama’), pernah ngasih strategi sederhana membedakan keduanya. Ia bilang, kalau di dan kata di sampingnya bisa diubah menjadi kata kerja aktif (seperti dicium yang bisa jadi mencium), maka di harus digabung. Kalau nggak bisa, ya dipisah aja nulisnya. (Di ranjang nggak bisa diubah jadi meranjang. Yang ada bukan meranjang, tapi merajang atau merajam—Anda nggak mau dirajang atau dirajam, kan?—berarti, kata di ranjang harus dipisah).

Sekarang yang satu lagi:

Ini spanduk tempat makan di dekat Rental PS Simen (tempat ini juga ngetop banget loohh! Hai… hai…, Fadli! *wink* hehehe….).

Eniwei, Penyakit spanduk ini sih, cuma satu: kolaborasi tak perlu antara bahasa Inggris dan Indonesia. Coba lihat tulisan Aneka Juice dan Apokado. Lagi-lagi cuma kesalahan kecil yang membahayakan. Kenapa membahayakan? Coba Anda bayangkan, kalau ada Napi—yang baru kabur dari Nusa Kambangan—liat spanduk ini, trus ia pikir Apokado adalah jenis buah baru—hasil kawin masal antara Apel, Kelapa, dan Kedondong, misalnya—dan memutuskan untuk mencobanya. Apa yang terjadi kalau ternyata ia cuma disuguhi jus Alpukat biasa? Bahaya, kan? Bisa-bisa, nyawa yang jadi taruhannya.

Jadi, ketimbang nyawa Anda dipertaruhkan demi segelas jus Apokado, lebih baik mulai mempergunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, kan?

 

Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>