Tak Boleh Ada APAPUN (sic!) di FIB-UI

Di sela pemotretan kemarin (hihihi…, gaya bicara saya udah mirip model Playboy belon?), saya sempat menangkap basah papan di pinggir danau FIB-UI.

[DSCF0437.JPG]

Begitu membaca papan itu, rasanya saya ingin ikut basah dan langsung nyemplung ke danau berair keruh di belakangnya. Bukan apa-apa, saya depresi ngeliat kata apapun (sic!) yang ada di papan itu. Kata apa pun yang seharusnya dipisah, malah digabung dengan seenaknya di papan pemberitahuan itu.

Saya sadar—sesadar-sadarnya—kalau kesalahan dalam penulisan kata apa pun memang sudah mendunia (halaahhh!). Sering sekali saya melihat kedua kata ini digabung, padahal mereka bukan muhrim—alias nggak boleh didempet-dempetin. Hehehe….

Kalau saja saya melihat kesalahan kecil ini di Glodok, atau di Lubang Buaya, atau di belahan bumi Indonesia mana-lah, saya mungkin akan maklum. Tapi, melihatnya di FIB-UI—fakultas yang melahirkan banyak ahli bahasa, yang memiliki lebih dari sepuluh jurusan sastra—membuat saya tersenyum miris (walau tetap manis). ^_^ Kalau di tempat para ahli bahasa saja kata apa pun bisa salah tulis, gimana kita bisa berharap, di tempat lain kata ini akan ditulis dengan benar?

Rasanya, ini benar-benar bukti nyata kalau kita kurang mengenal dan menyayangi Bahasa Indonesia. Huhuhu, sedih, deehh….

*ekting (sic!) sedih pun dimulai* ^_^ hehehe….

Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>