Tangga Menuju VJ MTV

My guilty pleasure IS back!

Setelah gagar—alias gagal dan garing—menipu pacar sahabat saya, kali ini saya sukses dengan gemilang.
Atas nama kesuksesan itu, izinkan saya mengucap terima kasih a la Oscar kepada:

Sang Partner

Rika

Si Korban

Reni

Pemeran Pembantu Utama

Om Herry tercintah

Dan, demi kesuksesan itu pula, izinkan saya menyusun kronologis kisah penipuan kali ini:

Alkisah, Om kami tercinta punya percetakan.

(IkLAn sELiP: Buat yang butuh undangan ultah/kawin/sunat/brosur/pamflet/poster, dll, hubungi Om Herry aja, ya! Servis dijamin okeh, harga bersaing—Asal Anda Senang dan Kami Kenyang, begitu tagline Rumah Cetak Tombo. Tentu saja, saya copywriter yang bikin tagline itu. Apa Anda juga butuh copywriter?)
^_^ v

Ya…, ya…. Si Om punya percetakan. Kebetulan, Yohandi Yahya—manajer seleb itu loh—adalah salah satu kliennya. Si Om selalu jadi tukang cetak andalan Yohandi kalau ia butuh kartu nama buat seleb-seleb asuhannya. Termasuk berbagai bentuk postcard dan merchandise bergambar berbagai seleb dengan berbagai pose. (Makanya, tiap kali main ke studio cetak Om, agenda utama saya dan Rika adalah nyela-nyela postcard bergambar seleb-seleb itu.).

Suatu hari, Rika cerita ke Reni—teman satu kos-nya—soal postcard dan merchandise pesanan Yohandi Yahya. Di luar dugaan, Reni mendadak agresif. Saking antusiasnya.
“Gue maauuuuu dooonnngggg. Aaaiiihhh, itu keren bangeeettt.”
Rika melongo. Tak menyangka masih ada yang tergila-gila seleb lokal.

“Ada sisa nggak, sih??? Gue mau dong, Ka. Ada siapa aja? Yang Daniel MTV itu ada?? Trus, yang lo bilang Tangga—Tangga itu, gue mau juga deehhh….”
Kalau soal sisa sih, jangan tanya. Tiap kali cetak, Om selalu kasih spare banyak. Jadi, minimal ada 100 postcard sisa.

Reni histeris. Dan langsung minta sisa. “Dua aja, Ka. Nggak usah banyak-banyak,” katanya.

Beberapa hari yang lalu, kami main lagi ke Rumah Cetak si Om. Rika, yang teringat janjinya pada Reni, langsung minta sisa postcard Daniel MTV dan Tangga.
Dan, tiba-tiba, bola lampu bersinar di kepala saya.

Saya ajukan ide yang melintas. Mereka menyambutnya dengan cara berbeda: Rika cekikikan, si Om ngakak—sambil ngasih kertas dan spidol.
“Nih, latian dulu,” katanya di sela-sela tawa.

Tak butuh waktu lama. Dua kali mencoba, karya saya sudah dibilang bagus dan meyakinkan.
“Mana postcard-nya?”
“Punya spidol white-board nggak, Om?”

Sret…, sret…, sret….
Beres!

“Yang Tangga?”
“Jangan. Nggak usah. Terlalu mencurigakan. Ini aja.”
Sip.

*****

Keesokan harinya, siang-siang, saya bertandang ke kamar Reni. Mengembalikan kamus yang saya pinjam dua hari sebelumnya.
“Oh iya, Reeennn…,” saya pura-pura antusias.
“Apaa???”
“Ya ollo…, lo waktu itu minta postcard Daniel ama Tangga kan ke Rika?”
“Iya…, trus?”
“Duuuhhh, lo pasti nggak percaya deeehhh.”
“Kenapa…, kenapa?”

Reni tuh gampang banget ketularan antusias deh! ^_~

“Ya ampuuunn, Reeennn…. Semalem kan kita ke studio-nya si Om. Trus, tau nggak sih, lo??? Si Om ada janji aja gituh ama si Yohandi Yahya!”
Udah oke belum gaya-bahasa-anak-gaul saya? -.-
“Truss?”
“Trus si Om nggak tega ninggalin kita di studio-nya. Akhirnya kita diajak, Bo!”
“Trus?”

(Untung si Reni lagi kerasukan tukang parkir—ngomongnya cuma, “Truss…, truss….”—dan nggak nanya lokasi pertemuan bisnis si Om. Soalnya, kalo dia nanya, “Ketemunya di mana?” saya bisa gelagapan. Nggak kepikiran di mana lokasinya. Nggak mungkin dong, saya bilang, lokasinya di otak kanan saya?)

“Truuss, you’re not gonna believe me, ada si Daniel MTV aja gituu, Booo!!!”
“Aaaarrrggghhhhh….”
Reni jejeritan. Seolah-olah Daniel himself ada di depannya.

“Ngapain si Daniel ikut Yohandi?” tanyanya setelah sadar dari kerasukan temporernya.
“Yeee, kok nanya gue. Mana gue tau.”
“Ganteng nggak dia?”

Omigod, Reni beneran ketipu? Udah tuh, gitu doang? Segampang ituh?
Saya nahan cekikikan.

“Yaaa, gitu deh. Putih-putih gitu, standar metroseksual-laah,” jawab saya sok tau.
Hihihi, sumpah mampus, seumur idup, saya nggak pernah mikirin si Daniel itu ganteng apa enggak.
“Trus, Bo?”
“Iyyyaaa…, trus…. Secara ya, Bo…, kita bawa postcard pesenan lo dari studio-nya Om, langsung aja kita mintain tandatangannya buat looo.”

Gila, kalau ada mata kuliah Merusak Bahasa Indonesia Dalam Percakapan, pasti saya udah dapet A. -_-


Ini hasil latihan saya di tempat Om

“Aaaaarrrrgggghhhhh….”
Reni histeris lagi. Kali ini dilengkapi loncat-loncat kecil. Saking girangnya.
Mirip Kanguru senam pagi. Kayak pemanasan aerobik high-impact.
“Manaaa postcard-nyaa???”

Saya mengurungkan niat untuk langsung memberikan postcard itu ke Reni. Tak ada Rika. Saya tak mau menikmati kesenangan ini sendiri. Rika juga harus merasakannya.

“Nggak tau gue. Yang nyimpen Rika.”
“Ditaro di mana ama dia?”
“Tau, deh. Kemaren sih di tasnya. Kebawa ke kantor kali.”

Saya melirik kamar Rika, yang letaknya di seberang kamar Reni. Postcard-postcard itu ada di sana. Saya tahu persis tempatnya. Tapi, biarlah…, biar Rika yang memberikan ‘kado kecil’ itu.

“Ntar lo minta aja ama Rika, Ren,” ujar saya sambil ngeloyor ke kamar Rika. Melanjutkan editan. Sementara si pemilik kamar sudah raib sejak pagi. Ngantor.

*****

Sebelum pulang, saya sempatkan menelepon Rika. Menyocokkan cerita Daniel MTV. Biar nanti ceritanya Rika selaras dengan apa yang telah saya katakan pada Reni.
Malamnya, Rika telepon saya. Baru saya angkat, ia sudah teriak-teriak di seberang sana.
“Booob…, berhasil, Bob!”
“Haahh, benarkah Petrik? Apa yang kau katakan pada anak lugu ituu???”
“Yang kayak lo bilang ituu…. Trus dia girang banget.”
“Nggak nanya apa-apa lagi?”
“Nggak.”

Kami ngakak dengan serempak.

“Bo, suatu hari nanti kita harus come clean, niihh,” di akhir pembicaraan Rika ber-resolusi, “Kasian tau, masak mau kita tipu seumur idup?”
Well, I’ve come clean! ^_^
Semoga saja Reni cukup pintar untuk buka blog ini. Hehehehe….


Postcard Daniel–lengkap dengan tetede gadungan a la saya

Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>