Untung Pake E(h)SIA(pa, nih?)

Suatu sore yang membosankan. Di kantor. Saya melirik ponsel. Masih jam empat sore. Baru sejam lagi saya bisa pulang. Dan baru dua jam lagi saya bisa memeluk guling (yang sudah gepeng karena beban hidupnya terlalu berat) di singgasana saya.

Iseng-iseng, saya ambil ponsel. SMS pacar. Tadinya mau telepon, tapi pasti ia juga sedang sibuk bekerja. Saya tidak mau (terlalu) mengganggunya. ^_^ Setelah mengirim SMS, berkeluh-kesah dari mulai bosan sampai lapar, saya kembali melanjutkan pekerjaan.

Tak lama, ponsel saya bergetar. SMS. Ah, pasti balasan sang pacar. Dengan keantusiasan tingkat tinggi, saya menyambar ponsel. Membaca baris pertamanya saja, saya sudah kecewa. Huh, kenapa sih, provider ponsel CDMA ini tak bosan-bosannya ngirim SMS iklan? Nggak kreatif lagi! Semua pasti berawalan, “Untung pake ESIA!” Padahal saya belum ngecek, si Untung tetangga saya beneran pake Esia ato nggak. Continue reading

Apa Ada Pariasi Photo Yang Disewa Di Sini? (sic!)

Traalaaaa… I’m back with a new one!!! Hehehe….

(yayaya…, despite all the critics I throw, saya sedang ikut-ikutan tren sok Inggris akhir-akhir ini! Look who’s talking, huh?! Hehehe….).

Sejak orang-orang terdekat saya tahu bahwa saya suka mengumpulkan kesalahan-kesalahan bahasa tulis yang di-launching di tempat-tempat umum, mereka jadi ketularan sibuk nyari ‘tangkapan’. ^_^ Rika, misalnya. Waktu kami ‘menggantung di luar’—baca: hang out—beberapa minggu lalu di sebuah mal kecil, di seberang MargoCity (ya, DeTos… apa lagi?! ^_^), ia menunjuk selembar kertas yang ditempel di etalase sebuah outlet yang masih kosong.

DISEWA

Begitu tulisan di etalase tersebut. Rika memandangnya sekilas. Lalu sembari menujuk kertas itu, ia bertanya, “Ngebingungin, nggak?” Continue reading

Ultah si Bokep

Hohoho… hari ini ada yang ultah lagi. ^_^

Kali ini salah satu teman seperjuangan jaman kuliah, the one and only kribo: Ellisa.

Lidah saya suka gatal ketika memanggilnya Ellisa. Karena, sejak jaman kuliah dulu, kami biasa menyapanya dengan nama kesayangan: Bokep. Kenapa Bokep? Karena dia memang bokep. Hehehe…. Nggak bokep, sih. Cuma, dulu, waktu kami baru masuk kuliah dan masih menyimpan kepolosan belasan tahun, ia-lah yang paling ahli urusan begituan.

*halaahh, begituan lagi!* ^_^ Continue reading

Poligami Episode II: Insiden Angkot 112

Pffhhh, two posts in a rowand they’re all talking about poligami. Begitu mungkin Anda berpikir. Tenang, yang ini beda, kok. Kenapa beda? Karena tokoh utama blog ini—Rika Sang Diva—akan muncul. :p

Alkisah, pukul sembilan malam, kami ‘terjebak’ di angkot 112—setelah berenang dan makan besar di sekitaran Margonjreng. Berniat pulang. Rika ke kos-nya. Saya ke rumah orangtua tercinta saya. Dengan perut kenyang, kami mengobrol. Teringat e-mail Tasha di milis, saya bertanya pada Rika, sudahkah ia membacanya. Belum, jawabnya. (Ia memang suka malas membaca e-mail dengan judul ‘aneh’). Jadilah saya semangat dan mulai menceritakan tabloid dodol di e-mail Tasha. Continue reading