Tidurlah, Bidadari Kecilku

…Akhirnya, gadis itu datang. Lagi-lagi bersimpuh di tempat yang sama. Memejamkan mata, lalu menyapa di sela doa…

Selamat Pagi, Adik sayang….

Bagaimana kabarmu?

Maafkan, aku sudah lama sekali tak berkunjung.

Walau sesekali masih juga merindukanmu….

Masih ingatkah kau, terakhir kali aku mengunjungimu? Rasanya sudah lama sekali. Tidak, aku sama sekali tak melupakanmu. Hanya saja, bergelut dengan realitas kadang terasa lebih ringan ketimbang memelihara kenangan—walau sama pedihnya. Toh, aku tahu, kau pasti baik-baik saja. Continue reading