Lelah Jadi Penengah

Kalau ada tujuan mengapa saya dilahirkan ke dunia, pastilah untuk menjadi penengah. Sedari kecil, saya sudah terbiasa jadi aktivis rekonsiliasi antarteman. Mendamaikan pertengkaran. Merekatkan keretakan. Menyeimbangkan harmoni. Dan itu berlanjut sampai saya dewasa. Hampir di tiap sisi kehidupan.

Sungguh, bukan peran yang mudah. Terkadang, malah saya yang jadi korban. Serba salah. Saya tidak pernah berusaha membuat orang lain menyukai saya. Namun, tampaknya, saya berusaha terlalu keras membuat orang-orang saling menyukai satu sama lain. Saya orang yang mudah sekali bahagia. Sayangnya, saya lupa bahwa saya tidak bisa membuat semua orang bahagia.

Saya lelah berada di tengah.

Dan kali ini, saya memutuskan mundur.

Jadi, teman, kalau kalian mau berperang dan saling membunuh, silakan.

Saya tidak akan melarang.

Dan saya akan mencoba untuk tidak peduli.