Selepas Celotehan Panjang

Malam Senin, saya nginep di kos Rika. Sengaja datang bikin “surprise” kecil buat ultahnya. Selesai berpesta, kami cari nasi goreng ke Margonda. Tak sengaja, bertemu teman-teman lama di sana dan malah nongkrong sampai jam sebelas malam. Mengenang masa lalu. Berceloteh tentang rutinitas. Dan membicarakan masa depan.

Malam ini, sepulang kantor, saya janjian sama Tasha di Citos. Mumpung ia sedang cuti dari kantornya di Papua sana. Ngobrol berjam-jam. Membicarakan hidup. Dan perubahan-perubahannya. Rencananya nggak mau pulang (ke)malam(an). Nyatanya, makin larut, “kencan” yang tadinya hanya berdua jadi makin ramai. Karena, ajaibnya, satu demi satu teman lama bermunculan. Berseliweran begitu saja di depan tempat kami ngobrol. Tak sengaja. Sama sekali tak terduga. Apalagi janjian. Seolah semesta telah mengatur agar Kansas pindah ke Citos. ^.^

Gilanya, lepas pukul sembilan, beberapa teman yang memang datang ke Citos untuk nomat mulai meracuni saya untuk ikutan nonton. Dan saya mengiyakan. Begitu saja. Padahal Ibu sudah berteriak-teriak di telinga saya, menyuruh saya cepat pulang. Dan kantor sudah menunggu esok pagi. Lalu, duduklah kami. Menikmati Mr. Brooks sambil terus bertukar cerita.

Sampai di rumah, sudah setengah satu malam. Ah, saya pulang pagi! Melupakan deadline. Melupakan jam tidur yang makin menyempit.

Lelah. Tapi, saya bahagia. ^.^

 

Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>