September Datang Lagi

September datang lagi, Sayang.

Dan dedaunan masih luruh di jalan itu,

seperti tiga tahun lalu

: setapak kecil

dan hutan karet.

 

September datang lagi, Sayang.

Aromanya pun masih sama,

seperti tiga tahun lalu

: tanah basah

dan kupu-kupu.

 

September datang lagi, Sayang.

Kau dan aku

: menyisakan debar yang masih juga menggemuruh.

 

 

Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>