..Dan di Sinilah Saya

…Dan di sinilah saya,

Memaki cuaca tiap lima menit. Mengigil kedinginan di balik jaket tebal dan tiga lapis pakaian. Menyambut hujan yang selalu mengejutkan. Mengejar matahari.

(Cuaca Oktober memang tidak terlalu ramah. Dingin. Berangin.)

…Dan di sinilah saya,

Dicekoki poskolonialisme dan posmodernisme dalam kelas. Susah payah memusatkan konsentrasi. Mencari padanan kata yang tepat. Menyusun pendapat. Mengejar ketertinggalan.

(Hari pertama kuliah, disodori banyak sekali bahan bacaan. Saya baru datang sebulan setelah kuliah dimulai. Kerja keras menanti. Sudah terbayang malam-malam dingin tanpa tidur. Perburuan teori analisis budaya di rak-rak perpustakaan. Saya harus berusaha. Saya harus bisa.)

…Dan di sinilah saya,

Semua orang berbicara sangat cepat. Bergerak sangat cepat. Dan saya menemukan diri saya menyerupai mereka: berjalan dengan langkah (se)panjang (mungkin). Seolah terburu-buru. Padahal yang ingin saya hindari hanya dingin.

Hidup adalah pilihan, begitu mereka bilang. Dan saya memilih untuk ada di sini. Mengumpulkan kepingan puzzle yang harus saya susun. Satu per satu. Perlahan.

…Mencari diri sendiri.

 

Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>