Hasil Ujian Her si Kupu-kupu Malam

Bahagia-bahagia-bahagia!

Hihihi.. boleh, dong?!

Ceritanya, sebulan lalu saya ujian mata kuliah Didaktik. Bahannya aujubile. Bodohnya, saya terlalu ‘sibuk’ sampai-sampai baru belajar dua puluh empat jam sebelumnya. (Hihihihi, yes, Sir… old habit DOES die hard!). Dan di kelas, ketika mengerjakan soal, saya cuma bisa ngecap seadanya, sambil terus berpikir, “Hmm, ini siapa, ya? Kayaknya kenal, deh,” tiap kali ada nama teoretisi muncul.

Ah, goblok emang. Nggak belajar dari pengalaman.

Nggak ada contoh yang lebih tepat untuk menggambarkan peribahasa Bahkan keledai saja tidak jatuh dua kali di lubang yang sama. Dan karena saya jatuh di lubang serupa berkali-kali, tentu saja saya lebih canggih dari keledai. Idiot tingkat tinggi. DOS Pentium lima.* Hebatlah pokoknya.

Dan akhirnya, kisah dramatis ini berakhir tragis: ujian her.

Tanpa menyesali nasib, saya berjanji dalam hati bahwa saya akan memanfaatkan waktu dua minggu yang diberikan sebelum ujian her, membabat habis teori-teori bagaimana-cara-menjadi-dosen-yang-baik itu. Lalu, Anda pikir saya menepati janji? Yaa, enggaklaah. Jangan mimpi, deh.

Dua puluh empat jam menjelang ujian her, saya termangu di depan buku-buku teori bersampul biru. Tadinya, saya pikir saya mengalami dé jà vu, namun sesaat kemudian saya baru sadar, saya memang sudah pernah mengalami hal yang sama, dua minggu sebelumnya, untuk ujian yang sama. Dan itu kenyataan. Bukan mimpi. Apalagi dé jà vu. Saya langsung trauma. Dan karena sedang trauma, saya butuh hiburan: nonton.

Dan, di sanalah saya. Tak mempedulikan pertanyaan-pertanyaan menyelidik dan wajah khawatir si kembar yang tahu bahwa keesokan harinya saya ujian her. Saya cuma nyengir. Berbaring di sofa. Dengan timbunan DVD sewaan dan chips pembuat bodoh yang tak kalah banyak. Memelototi layar kaca hampir semalaman. Lalu tertidur nyeyak sampai pagi.

Keesokan harinya saya berangkat ke kampus. Tanpa pernah menyentuh bahan ujian sekali lagi. Lalu mengerjakan ujian her dengan semangat ‘kupu-kupu malam’: apa yang terjadiii, terjadilaaaaahhh. Huwooo..uwoo..uuwooo.. *TitiekPuspa-mode: on*

Dan, baru saja saya menerima hasil ujian si Kupu-kupu Malam. JAUH LEBIH BAGUS dari prediksi. Monyet! Tau gitu pas ujian nggak usah belajar aja, biar nggak perlu her segala. Hidup yang aneh…. *gelenggelengkepala ala SKJ ‘88*
* Kalo Anda percaya makhluk bernama DOS Pentium lima itu nyata, berarti Anda lebih dodol dari saya. (Iya, saya tau, kemungkinannya emang kecil banget. Tapi, berharap aja, boleh kan?)
** Gode, kalo lo baca posting ini, jangan bilang-bilang Ibu gue suka memonyet-monyetkan diri, ya. Bilang aja, gue langsung ber-Alhamdulillah-ria. Hehehe..

Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>