**(ke)[ta]nyata(a)nya**

Saya tahu ruang itu telah penuh.
Sesak.
Toh, tetap saja saya menunggu.
Di pintunya.
Bertanya-tanya.
: masih bolehkah saya menyisipkan kekosongan?

Sungguh,
saya ingin berdesakkan di dalam sana.
Entah kenapa.

Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>