Pesan Tuhan Pada Ulang Tahun Kali Ini

Hari itu.
Lima Februari 2008.

Pukul enam sore.

Saya ‘terjebak’ di LIPSIUS.

Teman-teman yang sedari tadi menemani beranjak pergi satu per satu.

Saya pun bangkit.

Menyadari, di Jakarta hari telah berganti. Ulang tahun saya.

Lalu melangkah. Tanpa tujuan.

Belok kanan. Menunggu lift. Menuju ruang komputer. Entah untuk apa. Saya sama sekali tak punya kepentingan di sana. Anehnya, saya tetap berjalan. Mengikuti. Seolah sesuatu mendorong sekaligus membimbing saya menuju tempat itu.

Lantai dua. Belok kiri. Lalu kiri lagi. Membuka pintu. Sembari terus bertanya-tanya, apa yang akan saya lakukan di sini.

Lengang menyambut saya di ruang semi transparan itu. Hampir tak ada orang di sana. Saya melangkah masuk. Duduk di depan salah satu komputer yang berjajar.

Lalu terhenyak.

Memandang mouse pad yang sama sekali tak pernah saya perhatikan. Walau saya sering mengurung diri di tempat ini.

mouse

Di sanalah ia.

Pesan sederhana yang tak pernah saya hiraukan: Soms moet je je hoofd even leeg maken.

Selama ini.

Ah, Tuhan menyapa lagi.

Saya lalu bangkit. Beranjak pulang. Tanpa pernah menyalakan komputer itu.

Kado Ulang Tahun dari Tuhan telah saya terima. Hanya itu yang saya perlu.

** Soms moet je je hoofd even leeg maken: Terkadang, kita perlu sejenak mengosongkan kepala.

 

Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>