Dari Seorang Pemimpi Kepada Sahabatnya Yang Juga Pemimpi

Teman,

Aku baru selesai mandi.

Kamu tahu nggak, tadi di kamar mandi, ketika berdiam diri di bawah kucuran air, tiba-tiba aku teringat kisah Alkemis.

Lalu terpikir,

Mengapa ya, kita selalu didukung untuk jadi pemimpi?

Maksudku, film, novel, sampai buku-buku self-help, semua mendukung kita untuk membangun mimpi.

Padahal, pernahkah kamu menyadari, Teman: manusia tanpa mimpi menjalani hidup dengan lebih merdeka. Dan lebih sederhana.

Karena kita, para pemimpi, selalu terikat dengan impian kita. Dan terbelenggu oleh keinginan untuk menjadikannya nyata.

Ah, malangnya.

Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>