Hujan (dan) Celana Dalam

Dasar negara aneh, ganti cuaca kok lebih sering dari saya ganti celana dalem!

Bayangin aja, kemarin pagi cuaca cerah ceria cenderung hangat. Jadilah saya keluar rumah dengan jaket denim kebangsaan yang tebelnya sama kayak kertas A4 80 gram. Siangan dikit, dengan harap-harap cemas saya mengintip langit kelabu dari balik perpustakaan (maksudnya, perpustakaan makanan alias kantin Lipsius. Hehehe..). Gerimis mengundang. Sorean dikit, matahari berkunjung lagi. Lega. Tragisnya, baru aja nemplok di atas sepeda, berniat melaju ke lokasi permodelan, hujan deras menyambar. Pakai petir segala. Monyong! Sampai di ARS, penampakan saya udah kayak tikus kebayakan pake gel: basah kuyup. Malamnya, ketika akhirnya kembali menjejakkan kaki di lantai tujuh Cruqland, pakaian telah kering di badan, tertiup angin sotoy-sotoy (baca: lebih kenceng dari sepoi-sepoi) sepanjang jalan.

Tadi pagi, sebagai mode; proporsional dan propesional (maksudnya: selama dibayar proporsional, saya akan propesional. Heheheā€¦), saya kembali melaju ke ARS. Cuaca mendung dan trauma dingin membuat saya memilih memakai slaapzak yang kehangatan dan ketebalannya membuat saya terlihat seperti saingan Ade Rai. Dua jam kemudian, setelah menyelesaikan tugas di ARS dan melaju ke arah KITLV, matahari sibuk senyum-senyum. Orang-orang ramai berjemur. Tinggal saya yang keliatan kayak orang gunung habis hibernasi. Dan sekarang, ketika sudah duduk damai dan kenyang di rumah, langit kembali mendung. Masaowloh!

Duh..duh.. anehnya. Bukan apa-apa, saya mah nggak peduli soal saltum ato ditontonin orang gara-gara gaya busana anomali, saya cuman kasian ama badan saya: kedinginan-kepanasan-kedinginan-kepanasan. Soalnya, menurut pelajaran IPA yang saya dapat berbelas-belas tahun lalu, perubahan cuaca terus-menerus nggak bagus. Rel kereta api aja bisa rusak, apalagi badan saya. Bisa-bisa keropos sebelum waktunya.

*teringat kayu yang dimakan rayap*

Mungkin saya harus lempar celana dalem ke atap kali ya, biar cuaca cerah ceria kayak lagunya Pina Vanduwinata [sic!].

*mulai milih celana dalem yang mau dilempar, semoga sampai ke sasaran yang tepat*

 

Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>