Busy, Busy, Busy Bee

Hihihihihi..

(Lah, muncul-muncul langsung cekikikan. Agak menyeramkan.)

Duuuhhhhhh, kangeeennnnnnn!!!!

Coba bayangkan, sudah sebulan (!) saya nggak nyentuh-nyentuh blog ini. Pantas. Rasanya ada yang kurang dalam hidup! *lebaaayy*

Lama (banget!) nggak posting, banyak (banget!) yang ingin saya ceritakan. Saking hebohnya, saya bahkan sampai punya daftar hal-hal yang ingin dan AKAN saya tulis. Tapi, demi melenturkan jemari dan otak yang sudah lama sekali tidak menari-nari di menu posting, saya akan memulai dengan cerita-cerita ke sana-ke mari saja. Yukkk, mariiii..

This last month has been a crazy month for me. Semua hal berdiri tertib di antrian, minta dikerjakan. Tepatnya: hal-hal mendadak dan tak disangka-sangka. Siang bolong tanpa angin dan hujan, tiba-tiba saya ditelepon seorang teman, ditawari pekerjaan penuh waktu dari tanggal 21 Mei sampai 1 Juni di Pasar Malam Besar Tong-Tong: semacam festival budaya bagi komunitas Indisch dan Indonesisch di Belanda. Saya, yang emang kegatelan berasa nganggur, hayuk-hayuk aja. Padahal, deadline paper dan ujian akhir menggelantung di depan idung. Dengan semboyan ‘Pasar Malam Besar, bukan sekadar Rupiah yang kami cari… tapi EURO’ jadilah saya kerja rodi bareng teman-teman dari Utrecht. Untungnya, semasa kuliah di Depok dulu, saya sempat sukses diinisiasi senior. :p Jadi, kalo cuma kerja rodi dan siksaan mental selama dua minggu mah, bisalah ditahan-tahan. (Beneran loh, apa dan bagaimana korelasi inisiasi jurusan saya dulu dan kemampuan menghadapi kejamnya dunia nyata akan saya bahas terpisah).

Jadi, silakan bayangkan hidup saya selama dua minggu itu: bangun (tidak terlalu) pagi. Pergi ke Den Haag. Bekerja mulai pukul 11 siang sampai 11 malam (saya sudah bilang kan, kalo ini kerja rodi?). Sampai rumah tengah malam. Lalu berkutat di depan laptop: cek imel dan chatting. (Ups, maksudnya: bikin paper. Biar terdengar terbaca seperti mahasiswa pekerja keras dan berdedikasi. Ahahahaha..). Baru menyentuh bantal pukul tiga atau empat dini hari. Dan begitu seterusnya.

Hmmm.. kalau Anda penasaran apa dan bagaimana penderitaan yang harus dihadapi seorang pelayan gadungan selama Pasar Malam, bisa intip blog-nya QQ: teman seperjuangan yang sering salah ngitung bon. Ahahahahaha..

Akhirnya, Pasar Malam Besar berakhir.

Dan saya sukses menyelipkan acara bikin paper di sela-selanya.

Syukurlah.

Sintingnya, belum sempat benar-benar menikmati empuknya tempat tidur, saya langsung diboyong ke Apeldoorn oleh si kembar. Delapan belas jam setelah Pasar Malam Berakhir, saya sudah duduk lagi di kereta. Agenda selanjutnya: Pernikahan Jeroen, abangnya kembar.

Dua hari di Apeldoorn, dengan pesta pernikahan yang aujubile manis dan romantis , saya kembali ke Leiden: penilaian akhir mata kuliah Didactiek dan UAS Taal & Culturele Identiteit langsung menanti. Dua hari berturut-turut.

Abis itu, kelar?

TENTU SAJA BELUM.

Ahahahaha… Selesai ujian, saya langsung dihadang oleh rumah yang berantakan dan kamar yang kayak kapal pecah.

Si kembar – yang hampir nggak pernah masuk kamar saya – cuma bisa menganga lebar menyaksikan baju, buku, printer, sepatu, dan seluruh ‘harta kekayaan’ saya yang bertebaran di lantai. Dengan tampang bodoh, mereka mengajukan pertanyaan yang nggak kalah bodoh, “What happens to your room?

Duuhhh, APA, KEK! UDAH GEDE INI!

Dan tampang bodoh mereka berubah jadi ‘takjub’ ketika melihat saya menyingkirkan mangkuk dan gelas kotor yang sudah bermarkas di kamar selama dua minggu terakhir.

“Itu bukannya mangkuk sup dua minggu lalu?”

“Iya.”

Do you keep it in your room for your next project?

What project?”

Being a scientist. Examining fungus,” jawab mereka sambil menunjuk dasar mangkuk yang sudah berjamur.

Sialan.

Ketika AKHIRNYA saya berhasil membereskan kamar dan mencuci SEMUA BENDA yang bisa dicuci, si kembar komentar lagi:

Is this the same room? YOUR ROOM? I really don’t recognize it. Sampah-sampah yang kemarin itu ke mana?”

KE LAUT, BANG!

Huuuhhhhh..

LEGA!

Sekarang yang ada di depan saya tinggal SATU paper dan TESIS.

Harus kelar, nih!

Doain yaaa…

Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>