A Little Bit More of Happiness

Dan suatu hari pertanyaan itu sampai juga ke telinga Mr. Dutchie.

Give me a reason why we are so busy finding someone,” kata-kata itu meluncur begitu saja di sela brunch kami, di pojok Bagels & Beans yang selalu sibuk di Minggu pagi.

Mr. Dutchie baru saja selesai bercerita tentang rekan kerjanya. Kisah klise tentang perempuan yang masih mengharapkan sang kekasih, sementara si tumpuan harapan sudah sibuk dengan ‘orang baru’. Continue reading

365 Days – and still counting

Setahun lalu, saya memiliki segalanya.

Setidaknya, saya memiliki segalanya yang saya butuhkan. Keluarga, teman-teman, pacar, pekerjaan. Hidup saya stabil: kunci ‘keamanan sosial’ ada di genggaman saya — saya datang dari keluarga yang memenuhi kriteria ‘ideal’. Saya tidak akan dituding tidak laku, karena saya punya pacar. Saya tidak akan dianggap asosial, karena saya selalu dikelilingi teman-teman baik. Tak akan ada yang menyebut saya parasit, karena saya punya pekerjaan, punya karier — kalau Anda lebih suka menyebutnya begitu. Continue reading