Regrets on Sale

Desember 2008.

Saya memekik tertahan ketika boots di kaki kiri saya menganga. Sol-nya lepas. Entah karena bosan dipakai setiap hari. Entah karena kualitasnya memang terbatas. Saya langsung membelokkan sepeda ke pusat kota, berniat langsung membeli boot baru. Musim dingin 2008 tidak main-main. Dan saya pasti tidak bisa bertahan hanya dengan sepatu biasa. Saya butuh boots hangat yang bisa membungkus betis. Continue reading