Being Veiled

Di Amsterdam, ada seorang gadis Turki menanggalkan jilbab. Hal biasa, mungkin. Yang beda, belum lama ini ia membuat page di Facebook untuk rekan-rekan muslimah yang juga telah atau berencana melepaskan jilbab: I took off my Hijab.

Si cantik Semra membuka jilbab selepas meninggalkan desa Barneveld dan komunitas muslim yang mengelilinginya. Ia keluar dari comfort zone-nya. Dan saya paham sepaham-pahamnya kalau ia lalu mulai ‘mencari’: mempertanyakan segala yang diyakininya. Menganalisis apa yang selama ini dipelajarinya, diamininya. Dan membanding-bandingkannya dengan dunia luar. Continue reading

Being Single

Tak sengaja, saya mendapati seorang teman ngomel-ngomel di Facebook. Ia stress menghadapi kekurangajaran orang-orang yang mempermasalahkan status lajangnya.

Saya mengerti sekali perasaannya.

Makin jauh menginjak paruh kedua usia duapuluhan, tentu saya sudah kenyang diteror pertanyaan tidak sopan: kapan menikah?

Untungnya, saya tinggal jauh dari manusia-manusia menyebalkan itu. Sungguh, kalau saya jadi teman saya itu, mungkin sudah lama saya bunuh diri karena harus terus-terusan menghadapi kenyinyiran sekitar.

Continue reading

Being Random

Pagi tadi, antara stasiun kereta dan kantor, seorang rekan kerja menyejajari langkah saya.

Percakapan kami tentu saja berkisar di angka basa-basi. Lalu saya tergelitik bertanya, mengapa dulu ia memutuskan mengambil jurusan kuliah yang ‘tidak biasa.’ Ia tergelak. “Karena seseorang yang saya temui di tengah jalan,” katanya. Perkenalan tak disengaja menggiringnya ke dunia yang sama sekali baru.

Ia balik bertanya, apa yang menyebabkan saya terdampar di sini. Entah, jawab saya.

Continue reading